Senin, 15 Juli 2013

MIRIS

Tengah malam, si pemuda terbangun dari tidurnya. Dia tidak tahu jam berapa itu tepatnya, toleh kanan kiri tak ada jam dinding terlihat. Rasa-rasanya seperti sepertiga malam terakhir. Kelambu yang mengitari kasurnya hanya terbuka bagian depan, membuka pandangannya hanya ke arah depan. Ia masih terbaring lemah, namun kesadarannya penuh. Tiba-tiba ia merasa kesepian, sepertinya di ruangan itu hanya ia yang tengah terjaga. Di sebuah ICU rumah sakit swasta. Kemarinnya, ia jatuh sakit yang belum juga ia tahu sakit apa namanya. Yang ia rasa sebelumnya adalah rasa nyeri yang teramat dalam dan sakit, menusuk jantungnya.
Tepat di depan tempat tidur dimana ia terbaring adalah tempat dimana para perawat biasa stand by, menghimpun data, menghadap komputer, atau menerima konsultasi. Harusnya paling tidak ada satu perawat jaga yang stand by di situ, ini kan ICU, intensive care unit, masa lengang begini, pikir pemuda itu. Namun tak ada, entah mereka kemana, sedang apa, atau tidur dimana. Yang ada hanya sunyi senyap, beserta bunyi alat-alat medis yang menemani para pasien di samping kanan-kiri pemuda itu. Selainnya, tepat di sebelah kiri si pemuda tadi terbaring juga seorang lelaki paruh baya yang katanya menderita asma akut, sejak hari beranjak malam si bapak terdengar kesulitan bernafas. Hanya terdengar, karena si pemuda terhalang kelambu pemisah sehingga hanya bunyi suara nafas berat si bapak yang didengarnya. Grrrookkkhhh…grokkkhh…kira2 begitu suara nafasnya.
Malam berlanjut larut, si pemuda tetap kesepian dalam senyap malam. Cukup lama. Lalu ia pun berusaha memejamkan mata. Puluhan menit berlalu, saat kesadarannya hampir beranjak ke alam mimpi, tiba2 suara-suara gaduh mengusiknya. Suara para perawat, bergerombol mendatangi si bapak di sebelah kiri. Pemuda itu tak tau ada apa, ia hanya mendengar suara-suara panik bersahut-sahutan di sebelahnya.
“Bagaimana ini?”
“Yang ini…yang itu…” Para perawat terdengar bersama2 berusaha melakukan tindakan untuk mencari sebab dan menolong si bapak yang sepertinya dalam kondisi klimaks. Sampai si pemuda tadi mendengar sebuah percakapan dengan nada terkaget. “Wah ini, bagaimana ini. Ini kan selang respirasi, kenapa disambung ke ekspirasi?!!” kata seseorang, entah perawat, entah dokter.
Bla…bla…bla…terdengar bunyi2 alat medis diusahakan untuk menyambung nyawa si bapak, hingga akhirnya…
“Sudah tidak bisa…panggil Bapak Modin.” *modin itu semacam ustadz atau pendoa di RS tersebut, yang tugasnya mentalqin pasien2 yang sakaratul maut.
Dan…innalillahi wainna ilaihi rooji’un. Si bapak sakit itu meninggal.
Esok paginya, istri si bapak yang mengetahui suaminya telah tiada seketika menangis sehebat-hebatnya, lemas tubuhnya, hampir rubuh rasanya. Untunglah ada sesosok ibu yang usianya kira2 lebih tua belasan tahun dari si istri tadi, terus merangkul dan menenangkan si istri yang terus berujar seolah tak percaya dengan kenyataan di hadapannya. “Ndak nyangka Bu…ndak nyangkaaaa…Bapak tadi malam masih baik2 saja, dia bahkan sudah sadar dan bisa bicara, keliatan sudah mau baikan…” diselingi tangisan histeris, si istri terus meluapkan pikiran dan perasaannya, tentang dirinya yang tak mampu tanpa suaminya, tentang anaknya yang masih kecil, tentang ketidak-menyangkaannya, tentang hatinya yang pedih teriris…
Namun takdir adalah takdir. Pena telah diangkat, dan tinta telah kering. Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu, Bapak…melapangkan kuburmu, semoga Allah memuliakanmu ke dalam surga-NYA. Allohummaghfirlahu, warhamhu, wa’afiihi wa’fu’anhu…
Sudah setahun yang lalu…masih melekat dalam ingatan. Dan peristiwa di ruang ICU itu, tak pernah sampai pada sang istri 
#kisah nyata dari cerita istri sang pemuda

Jejak 2004-2011

 Ada yang bisa menebak gambar apa diatas??_____________
Yap itu adalah kumpulan diaryku mulai dari tahun 2004 sampai 2011. Mulai dari buku yang warnanya ijo gambar ikan hiu . Itu buku diary pertama ku. Setelah itu lanjut ke buku kecil yang berwarna pink gambar barbie dan seterusnya. Eh... ada yang kurang, jadi setelah buku yang berwarna ijo gambar hiu itu ada satu diary lagi tapi ilang entah kemana. Tak apalah toh isinya gak begitu rahasia karna tulisan anak SD. hehe. 

Kumpulan diary itu ku tulis saat aku duduk di bangku kelas 5 SD sampai hampir lulus SMA. Namun tentu saat SMA sudah jarang sekali menulis. Dulu pas SD rajin banget setiap hari. Dan jika saya buka-buka lagi tulisanku di jaman2 SD sungguh membuatku ketawa-ketawa sendiri, bahasanya lucu, anak-anak banget. Masak sih aku pernah nulis kayak gini?? Aneh, lucu. Jadi biasanya yang kuceritakan adalah tentang runtutan kejadian pada saat hari itu. Mulai dari berangkat sekolah, aku belajar apa, beli jajan apa, habisin uang berapa, main kemana,sebel sama teman, dimarahi ibuk, dan lain-lain. Lucuu... selain itu aku deskripsikan juga tentang teman sekelasku satu per satu, dan deskripsinya juga lucu-lucu. Ada lagi yang membuatku ketawa dan gak nyangka nulis itu saat SD. Tahu apa? Ternyata banyak sekali cerita tentang AFI(Ak*demi Fanta*i Indosi*r). Semacam kontes menyanyi dari proses audisi. Waa tenyata aku update banget tentang itu. Tertulis juga aku ngefans sama yang ini, aku gak suka sama yang itu, aku sedih karena dia tereliminasi dll. haha..konyol.

Aku masih ingat pesan guru bahasa indonesiaku kelas 5 SD,"Pengalaman adalah guru terbaik". Dari pesan itu yang kutangkap bahwa pengalaman juga perlu untuk dituliskan, agar kelak kita bisa kita ingat kembali kisah-kisah kita di masa lalu untuk diambil pelajaran atau sekedar bernostalgia. Dan ternyata sekarang aku sudah tidak anak-anak lagi. Bener katanya orang bijak " Jika anda tertawa saat membaca tulisan anda di masa lalu maka itu tandanya anda sudah mengalami perkembangan". Hm...

Menginjak ke buku diary SMP, aku tidak menulis serutin saat SD. Tentu saja bahasanya sudah ada perkembangan, agak dewasa dikit. Yang kutulis pun juga bukan hanya narasi dan deskripsi kisah yang terjadi dalam satu  hari, tapi lebih ke perasaan, mudeng ga?? saya juga bingung. Maksudnya kalo SD kan lebih ke tingkah, apa aja yang kulakukan hari itu, beli jajan, bermain kemana dll. Kalo SMP lebih ke curahan hati. Begitu juga dengan diary saat SMA. Sudah beda sekali bahasanya jika dibandingkan dengan diary SD dan SMP. Kalau bisa dibilang, diary SD kelihatan banget anak-anak, Diary SMP kelihatan Alay, Diary SMA kelihatan lebih dewasa^^

Ada yang ketinggalan, itu kertas di dalam amplop merah apa ya?? itu sama aja curhatan yang tertulis di kertas lalu tak masukin situ. Lalu bunga merah itu? Itu kuambil satu dari segerombol bunga yang kudapat saat prom night SMA th 2011. Biar kelihatan bagus aja di foto :D

Pengen banget nulis di buku kayak dulu. Sekarang jaman udah canggih, nulisnya pake ngetik di laptop. Terus di blog juga. Tapi pastinya nulis di buku itu lebih berkesan. Kalo di laptop resiko juga tulisan ilang#pengalaman. Pernah suatu kali kakakku kehilangan beberapa tulisan diary di lepi karna lepinya error. Ga tega aku melihatnya, frustasi gitu. Lha kok 2 tahun yang lalu(awal masuk kuliah) aku malah lebih parah. Hardisk error. Semua file lenyap. Semua yang kutulis tak berbekas, file2 pelajaran, seabreg kenangan bersama teman-teman SMA(foto, video, film, dll) tak ada yang tersisa. Padahal banyak banget itu, karna kebetulan teman sekelasku ada yang ahli media banget , banyak hal yang terdokumentasi dalam foto maupun video dalam perjalanan kehidupan di SMA. Keren, bisa buat hiburan. Tapi tetap yang paling disayangkan adalah tulisan. Yap, sudah terjadi, cukup diambil hikmah dibalik semua itu^^

Intinya, menulis mengukir suatu jejak di kemudian hari. Agar kelak kau dapat memaknai kembali warna hidup yang telah Allah goreskan^^ Menyimpan kenangan tersendiri dengan hikmah yang bisa diambil pelajaran^^

Musykom ^^

Alhamdulillah, setelah 2 hari + molor 1 hari akhirnya Musykom XIV KAMMI komsat 1011 tuntas hari ini menjelang buka puasa. Rasanya lega setelah 3 hari memeras pikiran dalam pemaparan Draft Muskom dari pagi hingga menjelang maghrib. hhehe, (afwan jika hiperbola). 

Barakallah bagi ketum terpilih Akhina Chairul Aprianto(red: Cha2) sebagai Ketum KAMMI periode 2013-2014. Semoga amanah menuju KAMMI lebih baik ke depan, Bergerak Tuntaskan Perubahan !


Minggu, 14 Juli 2013

Bagaimana dengan J****K?

Beberapa waktu lalu sempat memperselisihkan kata yang bisa dibilang sudah menjadi “adat” di Surabaya yaitu “J****K” . Kata itu sangat kasar jika diucapkan di daerah saya dan berbagai daerah lainnya, namun di Surabaya rasanya tak asing mendengar kata itu, malah digunakan sebagai sapaan keakraban. Misalnya” Hei J****K piye kabare?” Atau biasanya disingkat “C**”,katanya sih sudah menjadi adat. 

Y : Emang bilang J***** dosa ya? 
A : Kasar Bro 
Y : Tapi kan disini sudah menjadi adat. Bukankah kita harus menjunjung adat dimana kita bertempat ? 
A : Kalau adat itu buruk buat kita ngapain juga diikuti. Lagian bahaya lho kalo sampe kebiasaan itu kebawa atau keceplosan kita ucapkan di kampung kita . 
Y : Ya memang di daerah kita kasar, tapi tak apalah kita menyesuaikan dengan kebiasaan disini. Lagian lho ngucapinnya kan bukan karna emosi tapi untuk sapaan keakraban yang sudah menjadi”budaya” disini. Lagian lho emang apa makna kata itu? 
A : #Mikir... wah kurang tau juga. Yang jelas sejak pertama mendengar dan kenal kata itu berpersepsi bahwa maknanya negatif dari tanggapan orang-orang sekitar. Ya lagian kalo gak tau maknanya ngapain ikut-ikutan. 
Y : Emang di Al Qur’an ada kalo bilang J***** itu gak boleh? 
A : Ya jelas gak ada lah kata itu-,-“, tapi tersirat di ayat yang lain. Kita tidak boleh memanggil seseorang dengan gelar atau sebutan yang buruk. Ada di surat Al Hujurat ayat 11. Selain sapaan J***** biasanya kan ada juga yang nyapa temannya pake nama-nama binatang gitu (ex : An****, Ka******, dll yang biasanya kita dengar).Emang mau disamain dengan binatang atau hal-hal yang buruk? 

Saya memang tidak begitu tau makna kata itu, namun sejak kecil memang sudah tertancap di pikiran bahwa kata itu kasar dan tidak senonoh. Akhirnya saya searching di google beneran makna kata itu lalu kukirimkan lewat pesan fbnya. Dan memang maknanya kasar. Hm,,, jadi yang selama ini fine2 aja disapa dengan sebetan seperti itu kok mau ya? Atau ga tau maknanya? Atau ya katanya sudah menjadi kebiasaan. Orang macam mana yang mau dipanggil dengan sapaan yang buruk? Tapi memang terkadang hal tersebut dianggap biasa karna sudah menjadi kebiasaan.  

...Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah(panggilan) yang buruk(fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulak orang yang zalim. (QS.Al Hujurat:11) 

Saya memiliki kakak yang unik(red:usil). Dia menamai teman-teman di kontak hapenya dengan kreasi nama sifat yang unik, tapi bermakna baik. Diantaranya :


Aji Ajiib, Aji bagus, Ajun ahsan, Fata faqih, Yani bening, Eco cerdas, Syan syumul, Farah fine, Fay saliim, Tini tulus, Wieit shalihah, Hendri hopefully, Tika taqwa, Sudarsih so sweet, Prehaning strong, Nourma nice, Mumun munawaroh, Ipong inspiring, Hikmah baik,Esrie sincerely, Emi fine, Citra chantiq, Atul amanah, Ardi haroki, dan lain lain.

Ada-ada saja tu orang. Terlebih lagi terselip sebuah niatan semoga nama sifat menjadi kenyataan atau menguatkan yang sudah ada pada mereka. Menjembatani antara kondisi dan harapan, adalah dengan do’a. Memberi nama sifat adalah salah satu cara berdo’a^^




Sabtu, 13 Juli 2013

KEPUTUSAN

Seketika suasana menjadi hening. Itu keputusan bersama dan aku terlibat di dalamnya. Ya, meski belum sepenuh hati (red: gak tega) menyetujui tapi adanya keputusan itu menunjukkan bahwa kami telah sepakat dengan berbagai pertimbangan. Tapi saat waktunya untuk menyampaikan alasan, semuanya tertunduk. Hanya satu yang angkat bicara, yang kami anggap sebagai jubir. Kenapa? karna kami merasa dia lebih berwenang dan berpengalaman. Berpengalaman? ya emang benar. Namun masalah siapa yang berwenang sebenarnya yang telah membuat keputusan memiliki kewenangan yang sama untuk menyampaikan alasan. 

Entah bagaimana perasaan yang lain, mungkin saja sama seperti yang kurasakan. Iya terima, tapi rasanya belum sepenuh hati. Menjelang keputusan dibacakan, suasana hening. Sesaat setelah keputusan dibacakan masih saja hening. Aku menundukkan kepala, begitu juga dengan yang lain disebelahku. Seakan lantai ruangan itu berkilau hingga menyita perhatian kami. Di tengah keheningan itu seseorang yang paling merasa bertanggungjawab  meminta penjelasan" Saya ingin dengar suara yang lain, masak hanya satu yang bicara,buktikan jika memang itu keputusan bersama"... Mendengar pernyataan itu ada yang semakin tertunduk, ada yang mulai menegakkan kepala namun tetap saja tak ada jawaban. Hingga salah satu angkat bicara dan mencoba menjelaskan meski belum memenuhi jawaban yang diinginkan. Dan akhirnya keputusan itu tak berubah.

Hingga saya bisa tersenyum saat membaca (status) salah satu yang menginspirasi, intinya" Ditolak dengan penuh cinta lebih baik daripada diterima dengan berat hati". Ya kesepakatan itu insyaallah kami putuskan dengan cinta bukan benci, karna memang ada alasan yang menguatkan. Namun tentu saja apresiasi yang luar biasa bagi yang telah memperjuangkan meski kenyataannya belum mencapai harapan yang ditargetkan. Semoga  bisa jadi bahan evaluasi untuk melangkah lebih baik ke depan.

Untuk yang  senantiasa ikhlas dan terus berjuang. Yang tak berhenti melangkah meskipun lelah. Yang masih bertahan meskipun banyak yang berjatuhan. Sesungguhnya apa yang selama ini kau perjuangan tak ada yang lalai dari pengawasanNya. Jika menurut manusia kau kalah, namun  Dia senantiasa melihat usahamu yang tentu tak akan luput dari balasanNya. Mereka menilai hasil amanah ini secara komunal, tapi  Allah menilai usahamu secara personal ^^


Ramadhan Ceria di Surabaya
13 Juli 2013
5 Ramadhan 1434 H

Selasa, 09 Juli 2013

RDK (Ramadhan di Kampus+Ramadhan di Kontrakan=Ramadhan di Surabaya)



Menikmati awal puasa di Surabaya, alhamdulillah. Meskipun di kontrakan sepi, tapi manarul masih tetap ramai. Memang masyaallah pas ramadhan, pengunjung manarul membludak, sampe buka parkiran baru tu di sebelah utaranya sekpa. Terlihat kalau mereka ceria menyambut Ramadhan (Ramadhan Ceria : kayak taglinenya RDK 34 ) Ya momen2 Ramadhan memang spesial. 

Pembukaan Ramadhan di manarul setelah sholat isya' lumayan lama (oleh sambutan2). Spesial juga ada sambutan Pak Rektor. Tahun kemaren apa juga gitu yaa? Ga tahu karna tahun lalu awal puasa di Magetan. Yang jelas manarul tidak berubah dari keramaian anak-anak dengan berbagai tingkah dan permainan, layaknya taman bermain. Masih terlihat juga wajah anak2 yang dulu juga meramaikan Manarul saat Ramadhan tahun lalu. Yang dulunya masih merangkak, sekarang sudah bisa lari-lari. Yap, sudah setahun yang lalu. Memang cepat rasanya...

Bagaimana target Ramadhan tahun ini? Udah punya target spesial sendiri-sendiri kan? semoga tercapai^^ Dimanapun kita menikmati nuansa Ramadhan, semoga Ramadhanmu indah dan barakah^^ 

Senin, 08 Juli 2013

Untukmu, Para Pejuang


Jika yang ingin kau cari adalah prestasi
Jika yang kau kejar adalah eksistensi
Maka kau salah berada di barisan ini
Jika yang kau incar adalah jabatan
Jika yang kau inginkan adalah sanjungan
Sepertinya kau telah salah jalan
Jalan ini memang tidak mulus
Rintangan banyak menghadang
Sindiran dan cercaan berdatangan
Yang tidak suka mulai menjatuhkan
Diri sering merasa lelah dan rapuh
Terasa semakin berat melangkah
Bahkan ada yang mulai berjatuhan
Tapi yakinlah ,
Jika niatmu memang lurus
dan hatimu memang tulus
Kelak kau akan memetik manis di akhirnya
Seperti nasihat Imam Syafi’i
“Berlelah-lelahlah
Manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang”



CC : untuk para pejuang yang senantiasa istiqomah di jalan dakwah. Di suatu wajihah yang bisa dibilang sedikit orang dan banyak tantangan. Ingatlah kau masih punya Allah. Kenapa Dia menghendakimu di jalan itu? Karna Dia menyayangimu. Insyaallah perjuangan ini tak akan sia-sia kawan karna Dia telah menyiapkan rencana indah pada waktu yang telah ditentukan.

Hidup ini adalah keyakinan dan perjuangan. Dan perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan berhenti kecuali kedua telapak kakinya telah menginjak pintu syurga. (HR.Ahmad)