Jumat, 05 Juni 2015

SATU

Ketika jalan yang terhampar untuk mencapai tujuan hanya satu, maka aku tidak bilang bahwa kita lewat jalan yang berbeda dan bisa dipertemukan pada tujuan yang sama. Karna itu tidak mungkin. Namun bisa jadi kita sejalan, hanya saja tidak selalu beriringan, dan berharap nantinya dapat bersama mencapai tujuan yang sama2 kita citakan...Ya tujuan yang satu ^^ 

http://muslim.or.id/manhaj/jalan-kebenaran-hanya-satu-1.html

http://almanhaj.or.id/content/2997/slash/0/hanya-satu-jalan-menuju-allah-azza-wa-jalla/

Jumat, 22 Mei 2015

Kawan

Aku suka bercengkerama dengan alam bebas
Dan yang paling aku suka adalah pantai
Pesona hamparan air tanpa batas sejauh mata memandang
Biru berpadu bening yang menyejukkan
Sungguh indah bukan?
Aku suka menuliskan beberapa kata pada pasir lembut di tepinya
Entah meskipun tak begitu penting namun cukup menghibur
Berharap suatu saat aku dapat menuliskan namamu, lebih tepatnya nama kita
Meski akhirnya ombak akan menyapunya
Namun kebahagiaan tak akan sirna
Selama kita saling mencintai karena-Nya
dan berjalan pada lintasan yang diridhoi-nya
Mungkin sesekali kita perlu mendaki gunung
Agar kita merasakan perjuangan bersama mencapai puncak
Bukankah akan lebih indah jika kita mendaki menuju puncak bersama
daripada dipertemukan saat sama2 sudah di puncak?
Karna indah dan manisnya hidup itu tak akan terasa tanpa perjuangan
Dan perjuangan akan lebih indah dengan hadirnya kawan.





                                                      



Kamis, 14 Mei 2015

LatePost



Tak perlu kau naik ke tangga yang lebih tinggi jika itu menghalangimu dari jalan yang diridhoi-Nya. Tak usah kau berada di level atas jika itu menjauhkanmu dari tujuan yang kau sandarkan pada Nya. Tangga dan level itu hanya menurut pandangan manusia. Sedangkan posisimu di mata mereka tidak menjamin tingginya derajatmu di hadapan Allah. 

Dalam membangun sebuah rumah, tak cukup hanya dipertimbangkan dari sisi artistik agar indah dipandang mata. Namun perlu juga dilihat dari sisi optik dan akustik sehingga menciptakan kondisi ideal dan kenyamanan di dalamnya. 

Begitu juga dalam merintis bangunan dakwah. Strategi/metode yang rapi dan terstruktur saja tak cukup untuk membangunnya. Namun diperlukan pemahaman terhadap ilmu disertai dengan akhlak yang mulia. Sehingga akan terciptakan bangunan yang kokoh dengan barisan yang berkualitas di dalamnya.
                                                                                                               
Magetan, Sabtu, 13 Rajab 1436 H
Alhamdulillah, 23 tahun,4 hari masih diberikan nafas oleh-Nya :)

                                               

:)


Zaman sekarang memang zaman yang aneh, ada orang yang mengaku aktivis dakwah, teriak-teriak tentang Khilafah, pendirian negara yang berdasarkan syariat Allah, negara yang menerapkan Al-Qur'an dan As-Sunnah, rindu dengan penerapan Islam secara kaaffah tapi subuh dia nggak hadir di Masjid, jarang puasa senin-kamis, tahajjudnya setahun bisa dihitung jari, dan baca Al-Qur'an juga malas, semua hal dikiritik olehnya, sampai-sampai seolah tidak ada kebaikan pada orang lain bila tidak berdakwah tentang Khilafah

Sama anehnya dengan orang-orang yang mengaku ikut kajian sunnah, senantiasa menganggap bahwa dirinyalah yang bertauhid, tapi tauhid ini tidak menyelamatkan saudaranya dari kekasaran lidahnya, dan bahkan tak memahami sunnah yang paling mudah yaitu menyenangkan saudaranya, mencintai saudaranya karena Allah, atau dia menganggap bahwa saudaranya hanya yang cingkrang celananya dan subur janggutnya, kalangannya saja

Aneh juga seperti orang-orang yang merasa bahwa dirinya mengikuti tarbiyah dan metode rabbaniyyah Rasulullah, namun menganggap bahwa kerja itu hanya dengan politik dan parlemen, selain itu berarti tidak berdakwah dan tidak berjuang, berarti hanya penonton yang selalu dianggap salah dan tidak ada betulnya
Lebih anehnya lagi, ternyata semua sifat-sifat diatas itu ternyata ada pada diriku, itu aku

Tapi zaman sekarang, ada juga orang-orang yang sempurna tarbiyahnya, lembut tuturnya dan santun lisannya, sayangnya pada manusia tak dapat disembunyikan walau dengan cara apapun. Merangkul saudaranya satu demi satu, mempergauli mereka dengan ihsan, menjamu mereka layaknya tamu agung, rabbaniyyah sama semisal ajaran Rasulullah

Di zaman ini juga kami temukan mujahid-mujahid yang cinta sunnah, rapat janggutnya serapat dalil yang kuat yang dia pelajari dengan serius, dia bersabar dalam memperbaiki diri juga memperbaiki orang lain, saat berjumpa dengan Muslim yang lain ia memberikan tatapannya yang paling teduh dan senyum yang paling manis, walau ilmunya jauh lebih tinggi, tapi ia selalu bisa menemukan cara untuk belajar pada saudaranya sesama Muslim, akhlaknya itu sunnah, tauhidnya ada pada akhlaknya

Juga di zaman ini, pejuang Khilafah dan Syariah yang sangat mencintai sesamanya, dekat dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah, mencintai para ulama sebagaimana dia mencintai saudara-saudaranya, dia cinta pada sejarah Islam sebagaimana cinta pada bahasa Al-Qur'an, dia bukan hanya meramaikan Masjid, namun dialah yang memakmurkannya, siang harinya laksana singa dan malamnya seperti rahib, tak keluar dari lisannya kecuali ayat dan hadits, tak didengarnya kecuali kebaikan demi kebaikan

Dan aku ingin sekali seperti mereka
Kadangkala, kesedihan meliputiku saat aku mengetahui kebodohan diriku dan angkuhnya sikapku padahal aku kurang ilmu, disitu aku merasa kebangkitan Islam  takkan  Allah berikan padaku

Tapi, saat aku melihat wajah-wajah yang bercahaya dengan ilmu, dan agung akhlaknya itu, aku tahu bisa jadi Allah memperhitungkan mereka untuk memberikan kebangkitan Islam, dan aku berharap aku dapat sedikit saja memiliki kemuliaan mereka, dengan mencintai mereka

Ya Allah, satukanlah hati kaum Muslim

-Ustadz Felix Siauw-

Minggu, 01 Maret 2015

Ketetapan-Nya

Ini bukan seperti kisah Tegar dan Rosie dalam “Sunset bersama Rosie”. Tidak pula menyesakkan seperti kisah Tania dan Danar dalam “Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin”. Bukan pula menyedihkan seperti kisah Fajar dan Senja dalam “Cinta Begitu Senja” atau kisah mengharukan Tiara dan Fadhil dalam “Ketika Cinta Bertasbih”. Dalam konteks ini keduanya sebenarnya memiliki “perasaan” yang sama dalam diam. Inti kisah-kisah itu sama, cinta terpendam yang belum sempat terungkapkan, hingga akhirnya mereka tidak bersanding di pelaminan dengan beberapa alasan. Entah karna tidak PD untuk melamar, Entah karna belum siap untuk melamar, sehingga yang mau dilamar akhirnya menikah dengan orang lain. Namun apa pun alasannya, itu adalah kata lain dari belum/tidak berjodoh. Kecewa mungkin ada, namun selama kita bisa ridho dan meyakini takdir Allah, insya Allah kecewa itu akan segera terobati. Kalau bahasa gaulnya harus bisa “move on” gitu ya?
Ini kisah tentang dua orang sahabat yang saya dan beberapa orang mengira mereka akan berjodoh. Mereka berteman lumayan lama. Sampai pernah saya dan seorang teman berkata kepada salah satu diantaranya “Kalau sampai nantinya kalian menikah, saya akan menjadi orang pertama yang menertawakannya sebelum ngasih selamat”. Perkiraan itu tentu saja beralasan yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Hingga pada akhirnya...mereka tidak menikah. Dan saya gak jadi tertawa, namun turut berbahagia. Ternyata  Allah menjodohkan dengan yang lain, tentu saja itu adalah terbaik yang telah Allah kehendaki untuknya :)
Ya jodoh memang misteri.Tak ada yang tau, apalagi hanya menebak-nebak. Bisa jadi dia adalah orang yang baru kita kenal, Bisa jadi dia adalah orang yang sudah lama berteman dengan kita, atau bisa jadi dia adalah orang yang sekedar kita tau namun belum pernah berinteraksi dengannya dan kemungkinan-kemungkinan lainnya. Terkadang nama yang pernah tertulis di hati tidak selalu tertulis di buku nikah, namun yakinlah bahwa  Allah telah menyiapkan rencana yang lebih indah. Terkadang iba menyaksikan orang-orang yang tak bersama orang yang mereka cintai. Tetapi selama kita masih beriman, yakinlah DIA pasti akan mengirimkan hati yang baru untuk kita singgahi menuju ridho illahi. Maka,pantaskan dirimu dalam ketaatan. Bingkailah hatimu dengan kesabaran dan hiasilah dengan keimanan ^^ Kabar baik senantiasa menjumpai mereka yang berharapan baik. Insya Allah :)

                                                                               
12 Jumadil Ula 1436 H
-nazzalallohul mathor minas samaa’ fil Magetan-Alhamdulillah :)
                                                                                               
                                                                                               




Senin, 15 September 2014

Ini Tentang RJ

23 Agustus 2011

 Entah kenapa tiba2 merindukan akhwat RJ…^^..belum ada 1 bulan mengenal mereka…Namun rasanya seperti sudah mengenal sejak lama…dulu saat disana banyak yang kepikiran terus pengen pulkam. Sekarang pas di kampung jadi merindukan kalian..^^mungkin karna ada tautan hati diantara kita..(ciieee..)..
     Merindukan saat-saat indah yang kita lalui setiap hari,setiap jam setiap menit bahkan detik..Saat kita saling membangunkan di saat sahur,saat kita sholat berjama’ah,saat kita antri di kamar mandi:D,saat kita berangkat ke kampus sama2 dengan jalan kaki menyusuri jalan panjang di bawah panas terik matahari yang seakan luluh oleh kebersamaan kita(lebay dikit:D)..Bahkan bersama2 melewati ”selat Gibraltar” untuk menempuh jalan pintas(khususnya yang mau ke fakultas Mipa)..hehe.. pertama lewat situ kayaknya kok ngeri yaa..kayak maen benteng takeshi aja..tapi seru juga lho^^..nenek-nenek aja berani lewat situ,apalagi ada juga tu anak kecil yang dengan lincah melewati situ..pake sepeda lagi:D ckckck.. Kadang terbesit di pikiranku,kalo sampe nyemplung lakyo gak jadi kuliah ni..hehe..semoga saja tidak:D..Jaman udah modern berangkat ke kampus masih petengkrengan(bahasa apa ini..):D,, gak pa2 deh, kita kan “Wonder Akhwat” (??)
     Merindukan saat kita bercanda,tertawa,nyanyi lagu almamater  ra karu-karuan sampe bangunin mbaknya yang sedang tidur:D,sampai hal2 seru dan lucu yang kita lalui bersama..inget saat tiba2 ada orang masuk ngantar kiriman kasur (ngakak:D :D)..yang jelas belum ada sesi menangis bersama:D
     Merindukan saat kita pergi ke Manarul,bertemu orang2 yang senantiasa mengabdikan diri di jalan Allah untuk kepentingan umat,,jadi panitia RDK,buka bersama,shalat tarawih bersama..dan yang tidak kalah berkesan yaitu main bersama anak2 kecil yang ortunya sedang shalat tarawih ,dengan berbagai macam bentuk mainan yang disediakan RDK..asyik juga menghadapi anak-anak kecil yang imut2 dengan berbagai macam karakter,,mulai dari yang baru bisa merangkak sampe yang udah bisa lari-lariJ^^ banyak aktivitas yang mereka lakukan..main pesawat,puzzle,menggambar,mewarnai deLL. ada yang lari-larian,susah suruh diam,ada yang berantem,rebutan mainan,ada yang nangis, ada yang asyik dengan mainannya dan lain2..banyak dari mereka yang dengan cepat menyelesaikan puzzle,cerdas2 dah..kadang aku aja kalah:D,  ternyata ngadepin anak kecil gak gampang juga yaa..tergantung anaknya juga sih:D tapi yang jelas menyenangkan…^^ dan banyak lagi cerita2 dalam 10 hari yang kita lalui bersama;)
     Hm…sampai jumpa 2 minggu lagi dengan Semangat Baru…sebagai cerminan tempat kita menghabiskan waktu dengan kebersamaan yang indah^^ Ruhul Jadid^^

17 Juli 2012

Ada kekurangan, ada kelebihan. Setiap kalian memiliki warna tersendiri yang mengiringi perjalanan kebersamaan kita .Apa yang menjadi kekurangan kita bisa  menjadi kelebihan saudara kita yang lain, begitu juga sebaliknya. Itulah kenapa kita  bersama untuk saling melengkapi..  Bermanfaat bagi saudaranya merupakan harapan kita pastinya (iya kan??)... Mari mulai dari diri sendiri dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Mau nggombal dikit => Waktu telah berlalu dimana bertahun-tahun kita telah jadi satu (perasaan belum ada satu tahun:D) Suka duka, canda tawa, telah kita lalui bersama.. aku ada untukmu dan kamu ada untukku... Dunia ini menjadi lebih terang karena ada kamu^^Jika kamu bahagia, berbagilah padaku. Maka aku akan turut bahagia karenamu. Jika kamu bersedih dan ingin menangis panggillah aku. Aku tak akan menyuruhmu berhenti menangis, tapi aku akan menangis bersamamu  :D ^^  Kau adalah inspirasiku, kau adalah api yang menyala dihatiku. Dan hanya ada satu kalimat yang ingin kukatakan padamu atas cintamu. “ Terimakasih dari lubuk hatiku yang terdalam “^^ RJ
(maaf kalo terlalu berlebihan, bukan pujangga sebenarnya :D )

7 Agustus 2012

Seharian menghabiskan waktu dengan teman2 RJ, mulai dari belanja, masak bareng, buka bersama, tarawih bersama sampai syuro’ bersama. Bukan syuro’ sih tapi sharing2 , mencurahkan segala rasa tentang apa aja lah... tentang uneg2 kita selama di RJ sekaligus mencari solusi atas masalah yang kita hadapi. So sweet banget pokoknya...bener2 kebersamaan yang mengesankan.. ada game2 seru juga, dan tidak lupa testimoni dari teman2 yang dituliskan dalam selembar kertas...harapannya biar tidak ada sesuatu yang mengganjal.. jadi untuk evaluasi diri dimana kekurangan kita yang disorot oleh teman2 yang lain agar kita bisa memperbaikinya.. dan inilah beberapa testimoni dari beberapa mbak2 dan teman2 RJ... semoga bisa dijadikan instropeksi diri untuk perbaikan..
# Sejauh ini kau asyik
# I found a secret admire..haha..wopoae..but i like you so “lembut”
# Ramah, cantik, innocent, kadang-kadang suka ga nyambungan tapi dapat diandalkan
# Afida...kamu paling baik selalu bilang “iya” kalau dimintai pertolongan
# Seorang teman yang paling sejalan sama aku. Tetap istiqomah di jalan ini yaa ukhti. Bangga atas keberanianmu mengecam kebatilan di kala kejadian malam itu^_^
# Baik, kurang tegas. Jadi bendahara, rada galak dikit ga pa2 dek. Biar disiplin J
# Fida, kamu baik dan jarang nagih iuran. Tapi kamu harus jadi garang juga buat nagih, Key? ^_^ perhatikan kita. Jangan di jurusan aja..hehe
# Berpikir terbuka (Open minded). Soulmate beud sama gue apa saja pokoknya di hati selalu saya ada yang nyantol, ga tau kenapa?ta’liful qulub kalii..nyambung diajak diskusi. Nyantai dan jarang menyalahkan, padahal aku orange bikin ribet dan ruwet. Sabar beud, kadang aku sampe terkesan membulying (menindas). Afwan jiddan. Uhibbuki fillah ukhty, aku mencintaimu karena dakwah.
# Semangat dakwah yang sudah bagus dari dulu..dipertahankan yaa, dijaga keistiqomahannya..
# Baik hati, ramah, murah senyum
# Assalamu’alaikum. Dek pripun kabarnya? Kegiatan2 sering buat anti lelah ya? Tetep istiqomah walaupun keadaan itu baik maupun di kondisi buruk. Jangan terlalu nurut ke himpunan. Jika memang baik ya ambil, jika buruk ya buang. Anti juga lebih paham akan keadaan, terutama RJ. So, minta bantuannya untuk njaga yang lain....
          Terimakasih dan maaf yang bisa kuucapkan malam ini. Terimakasih atas segala yang telah kalian berikan ,teman2 dan maaf jika selama ini aku banyak salah dan belum sepenuhnya bisa menjadi teman yang baik bagi kalian... terimakasih telah memberikanku banyak pelajaran dan kebahagiaan selama hampir 1 tahun ini...Mari saling memahami dan sadar diri..Saling mengingatkan dalam kebaikan^^


20 Desember 2012

Semalam RJ dalam kondisi was2... salah satu teman, sebut saja Bunga panas tinggi dan tak sadarkan diri. Aku baru tau kalau dia separah itu saat baru pulang dari kampus setelah isya’. Tubuhnya lemas, bahkan tak sadar bahwa di sekelilingnya ada banyak teman yang menjenguk. Kulihat sepertinya parah. Langsung aku capcus ambil termometer yang telah lama kusimpan. Termometer yang dulu ku beli setelah aku masuk UGD. Dan hasil menunjukkan keadaan yang lumayan parah yaitu suhu tubuh 40,2 derajat celcius. Aku semakin cemas dan bersegera mengambil kain yang kubasahi air dan diletakkan di dahinya. 40,2, itu parah . Pengalaman dulu adekku saat panasnya kambuh pada suhu 40 derajat celcius sudah tak sadarkan diri, bahkan nafasnya tak terdeteksi sesaat dan susah dibangunkan. Biasanya bapak langsung ambil tindakan menyeka dengan kain yang dibasahi air saat suhu tubuh mencapai 39. Itu yang membuatku khawatir dan was2. Sampai salah satu teman berkata padaku “ wajahmu lhooo”... Entahlah saat itu saya berusaha menenangkan diri dari kekhawatiran, trauma dengan kejadian yang dulu sering saya lihat pada adek, bahkan hampir merenggut nyawanya. Dan akhirnya kami memutuskan membawanya ke UGD di RS terdekat agar segera ditangani. Taksi pun datang. 3 orang yang ikut mendampingi kesana. Yang lain stand by di kontrakan, menunggu kabar disertai do’a.

16 September 2014

3 tahun sudah usia Ruhul Jadid. Hunian ini dirintis dengan perjuangan yang melahirkan generasi-generasi penerus yang hebat. Warna-warni kebersamaan pun telah kita lalui. Suka, duka, canda, tawa, perselisihan, dll. Semakin lama bersama akan membuat kita semakin tahu dimana kekurangan saudara kita. Namun itulah yang harus disadari, bahwa dalam hidup bersama haruslah bisa saling memahami dan menempatkan diri. Dan kini...tiba saatnya kita berpisah, maksudnya tak lagi serumah. Satu per satu pun pergi dari waktu ke waktu. Mulai dari yang sudah lulus, bekerja, berkeluarga,kembali ke daerah asal, study di luar negeri, merantau ke pulau yang lain untuk mengabdi dll. Semoga senantiasa menebar kebaikan dan menjadi pelopor dalam perbaikan di belahan bumi manapun kita berada. Meskipun berjuang di medan yang berbeda, Raga lama tak bersua, semoga tulusnya do’a senantiasa mengubungkan hati kita. Insyaa Allah hati masih terikat, ukhuwah masih tersemat,  uhibbukunna fillah :)











Kamis, 28 Agustus 2014

Biasakanlah menyebutkan DALIL saat mendidik anak

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan: Sebaiknya anak-anak diberikan pengetahuan tentang hukum-hukum sesuatu beserta dalil-dalilnya… 

misalnya: ketika kamu mengatakan kepada anakmu: "Bacalah basmalah saat akan makan, dan bacalah hamdalah saat kamu selesai makan!", jika kamu mengatakan itu; maka maksud perintahnya sudah tercapai.

Tapi bila kamu mengatakan: "Bacalah basmalah saat akan makan, dan bacalah hamdalah saat kamu selesai makan, KARENA Nabi -shollallohu alaihi wasallam- menyuruh (kita) agar membaca basmalah sebelum makan, beliau juga mengatakan: 'Sungguh Allah meridhoi seorang hamba yang memakan sesuap makanan dan dia membaca hamdalah karenanya, dan (seorang hamba) yang meminum seteguk minuman dan dia membaca hamdalah karenanya!"

Jika kamu melakukan hal ini, kamu akan mendapatkan 2 manfaat:
Pertama: Kamu membiasakan anakmu untuk mengikuti dalil.
Kedua: Kamu mendidik anakmu untuk mencintai Rosul -shollallohu alaihi wasallam-, dan bahwa Rosul -shollallohu alaihi wasallam- adalah seorang imam/pemimpin panutan yang wajib diikuti arahan-arahannya.Dan hakekat ini banyak dilalaikan, kebanyakan orang mengarahkan anaknya kepada hukum-hukumnya saja, namun dia tidak mengaitkan arahan itu dengan sumbernya, yaitu: Alkitab dan Assunnah. [Kitab: Al-Qoulul Mufid ala Kitabit Tauhid: 2/423].

Ada MANFAAT KETIGA yang bisa ditambahkan di sini: bahwa ORANG TUA juga akan belajar mengetahui dalil-dalil tersebut, dan menyampaikannya kepada anaknya, sehingga akan berkumpul banyak dalil padanya dan dia dapat menghapalnya dg mudah karena dibarengi dengan praktek, wallohu a'lam.

Oleh : Ustadz Ad Dariny